Ngaji Ekofeminis

No Results Found
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
Tentang Tubuh Kedua (1)
Oleh Siti Maimunah Sore itu aku bertemu tubuh keduaku, Kami bercakap-cakap hampir empat jam, tentang sungai, patin sawit, tanah retak, pohon kertas, buaya muara danau semandut, tengkawang hilang, bouksit dan kaleng-kaleng, longsor dan bendungan karung anak anak mati...
RubaPUAN Kolektif (3): Merayakan Menjadi Perempuan
Oleh Haris Retno, Adjie, Voni, Sarah, Abil dan mai Jebing Sebelum bertemu akhir Februari 2021, kolektif janjian biki puisi bebas untuk merayakan menjadi perempuan, bersama perempuan, termasuk merayakan siapapun – termasuk laki-laki yang mendukung perjuangan hak-hak...
RubaPUAN Kolektif (2): Tentang Perempuan & Pengetahuan yang Tersituasikan
Oleh Mai Jebing Masih meneruskan percakapan minggu sore akhir Februari, saat RubaPUAN Kolektif bertemu tiap bulan. Percakapan sore ini membuat saya mengingat Donna Haraway salah satu feminist dari Amerika Serikat dengan pemikirannya tentang situated knowledge (1999),...
UNDANGAN BELAJAR
Sekolah Literasi Ekofeminis mengundang kawan2 jaringan TKPT dan alumni RubaPUAN untuk mengikuti sesi-3 yang akan berdiskusi tentang Ekologi Politik Feminis bersama narasumber dari Universitas Brighton Inggris dan Universitas Passau Jerman (WEGO-ITN) pada Sabtu 6 Maret...
RubaPUAN Kolektif (1): Tentang Rahim yang menyimpan Kista
Oleh Mai Jebing Minggu sore, 28 Februari 2021, Ruang Baca Puan Kolektif bertemu lagi. Kali ini hanya berenam, kami dari Samarinda, Jakarta, dan Passau bercakap lewat zoom. Kami mempercakapkan banyak hal, mulai rahim, pengetahuan perempuan, problem lingkungan dan...
Bertemu Ruang Baca Puan Kolektif
Meskipun ada yang gagal nikah, haid berhenti 8 bulan, tak bisa pulang kampung, dan teman dekat meninggal karena COVID-19, kehidupan harus berlanjut, dan Ruang Baca Puan kolektif bersepakat berjuang melaui aktivisme, menanam dan literasi.
MAU JADI RELAWAN PUSTAKA DIGITAL EKOFEMINIS?
Ruang Baca Puan membuka kesempatan untuk menjadi “Relawan Pustaka Digital Ekofeminis”. Pustaka ini akan membantu menyediakan rujukan terpilih (naskah,film, lagu, podcasts, dan lainnya) dan aksesibel bagi siapapun yang ingin belajar ekofeminis, termasuk terlibat dalam...
Merayakan Hari Ibu 2021, Ruang Baca Puan Membuka Beasiswa Sekolah Literasi Ekofeminis
SIARAN PERS Ruang Baca Puan, 19 Desember 2020 Merayakan Hari Ibu 2021, Ruang Baca Puan Membuka Beasiswa Sekolah Literasi Ekofeminis (Samarinda, 19/12/2021). Pada peringatan hari Ibu, 22 Desember, enam tahun lalu, putra Rahmawati, M. Raihan Saputra (9 th) yang duduk...
Penaklukan terhadap Perempuan dan Alam sebagai Prasyarat Pembangunan
Oleh : Sophie Ruwa Hayati Anand Polanagau ‘Pembangunan’ tidak bisa tidak memerlukan kehancuran bagi perempuan, alam dan budaya yang ditaklukkan, itulah sebabnya, di seluruh Dunia Ketiga, perempuan, petani dan suku berjuang untuk...
Penghancuran Perempuan dan Alam Atas Nama Sains dan Pembangunan
Oleh : Salsabila Khairunisa Alam yang dirusak atas nama pembangunan dan akumulasi profit seketika membangkitkan perempuan, yang hidupnya bergantung pada alam sebagai sumber penghidupan (sustenance), untuk menjaga dan merawatnya dari eksploitasi dan destruksi.
Sekolah Ekofeminis

Sekolah ekofeminis” bisa diartikan sebagai pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ekofeminisme, yang menghubungkan masalah lingkungan dan keadilan sosial dengan isu-isu yang relevan dengan perempuan, dalam proses pembelajaran
No Results Found
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
Membaca Indonesia dari Kalimantan

TKPT semula adalah tim adhoc yang dibentuk pada 1999 oleh JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) untuk fokus pada advokasi isu-isu perempuan korban pertambangan di Indonesia. Diskusi-diskusi yang difasilitasi perempuan terbukti efektif untuk mengungkapkan kejahatan seksual yang terjadi di sekitar pertambangan yang dialami oleh perempuan di sekitar pertambangan emas terbesar di Kalimantan PT KEM milik Rio Tinto di Kalimantan Timur. Kasus ini akhirnya ditangani oleh Komnas HAM. Sejak itu TKPT menjadi tim yang juga berjaringan dengan lembaga lain di Indonesia dan jaringan internasional melawan daya rusak akibat pertambangan. TKPT awalnya lebih fokus di Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur. TKPT lantas memutuskan menjadi organisasi perkumpulan yang anggota dan jejaringnya tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, Jakarta, Bengkulu, Aceh, Bogor. Di Kalimantan Timur, TKPT bekerja bersama perempuan-perempuan yang anaknya meninggal tenggelam di lubang tambang.
No Results Found
The page you requested could not be found. Try refining your search, or use the navigation above to locate the post.
TKPT.
Home
Kontak
Artikel
Tentang Kami



