Terkini
Suara Perempuan Pejuang Tanah-Air 3
Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”
Megaproyek Raksasa sedang Memangsa Dunia!
Dunia saat ini mengalami degradasi, konflik dan dampak iklim kumulatif luar biasa yang disebabkan oleh ekspansi industrial. Kenyataan ini menuntut pengistilahan baru untuk megaproyek ekstraktif dan infrastruktur. Alih-alih disebut sebagai “pembangunan”, mereka lebih cocok disebut ‘cacing’ dan ‘gurita’ iblis, serta konstruksi para pemangsa-dunia (Worldeater(s)).
Suara Perempuan Pejuang Tanah-Air 2
Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”
Suara Perempuan Pejuang Tanah-Air 1
Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”
UNDANGAN
Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”
Pertemuan Kolektif Ruang Baca Puan Bulan Maret 2021
Tulisan ini merupakan sebuah refleksi atas konsep yang akhirnya menamai ruang ini (undisciplinedenvironments.org). Ruang ini adalah sebuah ajakan belajar untuk mengabaikan batas-batas disiplin di dunia akademia. Kami mengajak Anda untuk melibatkan diri lebih dalam pada refleksi personal dan aksi-aksi yang menghubungkan ragam bentuk perjuangan kita. Kami mengundang Anda untuk “membangun kumpulan-kumpulan kepedulian lintas batas ketimbang membatasi diri pada sekat-sekat disiplin akademis” dan “menyelidiki diri kita masing-masing sebagai peneliti.”
PELATIHAN KEAMANAN DIGITAL BAGI PEREMPUAN AKTIVIS LINGKUNGAN
Secara Daring, 9 April 2021, 14.00 WIB s/d Selesai (Rangkaian Putaran Belajar Perempuan Tanah-Air) Di era digital, media sosial menjadi ruang yang paling intens untuk sarana berkomunikasi masyarakat termasuk oleh aktivis lingkungan. Jargon “media sosial dapat...
Selamatkan Air, Pulihkan Kehidupan Perempuan
Jakarta, 22 Maret 2021 - Memperingati hari air dunia, TKPT mendukung GAGGA (Global Alliance for Green and Gender Action) bersama perempuan di komunitas akar rumput dari Asia, Afrika dan Amerika Latin menyerukan penghentian perusakan sumber-sumber dan badan air serta...
Kampanye “Kita, Perempuan adalah Air” 2021
Pada Hari Perempuan Internasional (8 Maret) lalu, Global Alliance for Green and Gender Action (GAGGA) meluncurkan kampanye “Kita, Perempuan adalah Air” untuk menyoroti tuntutan dan aksi perempuan dalam memastikan ketahanan air menghadapi perubahan iklim. Kami akan...
Tentang Tubuh Kedua (2)
Oleh Siti Maimunah Ra, aku membayangkan ceritamu tentang sungai Dulau dan riak-riaknya Tentang hutan yang diubah jadi pohon-pohon kertas. Tentang daun daunnya menjulur seperti kertas tissue Tentang buahnya yang putih terang, menyengat gunungan bubur kertas Ceritamu...
Tentang Tubuh Kedua (1)
Oleh Siti Maimunah Sore itu aku bertemu tubuh keduaku, Kami bercakap-cakap hampir empat jam, tentang sungai, patin sawit, tanah retak, pohon kertas, buaya muara danau semandut, tengkawang hilang, bouksit dan kaleng-kaleng, longsor dan bendungan karung anak anak mati...
RubaPUAN Kolektif (3): Merayakan Menjadi Perempuan
Oleh Haris Retno, Adjie, Voni, Sarah, Abil dan mai Jebing Sebelum bertemu akhir Februari 2021, kolektif janjian biki puisi bebas untuk merayakan menjadi perempuan, bersama perempuan, termasuk merayakan siapapun – termasuk laki-laki yang mendukung perjuangan hak-hak...
RubaPUAN Kolektif (2): Tentang Perempuan & Pengetahuan yang Tersituasikan
Oleh Mai Jebing Masih meneruskan percakapan minggu sore akhir Februari, saat RubaPUAN Kolektif bertemu tiap bulan. Percakapan sore ini membuat saya mengingat Donna Haraway salah satu feminist dari Amerika Serikat dengan pemikirannya tentang situated knowledge (1999),...
UNDANGAN BELAJAR
Sekolah Literasi Ekofeminis mengundang kawan2 jaringan TKPT dan alumni RubaPUAN untuk mengikuti sesi-3 yang akan berdiskusi tentang Ekologi Politik Feminis bersama narasumber dari Universitas Brighton Inggris dan Universitas Passau Jerman (WEGO-ITN) pada Sabtu 6 Maret...
RubaPUAN Kolektif (1): Tentang Rahim yang menyimpan Kista
Oleh Mai Jebing Minggu sore, 28 Februari 2021, Ruang Baca Puan Kolektif bertemu lagi. Kali ini hanya berenam, kami dari Samarinda, Jakarta, dan Passau bercakap lewat zoom. Kami mempercakapkan banyak hal, mulai rahim, pengetahuan perempuan, problem lingkungan dan...
Bertemu Ruang Baca Puan Kolektif
Meskipun ada yang gagal nikah, haid berhenti 8 bulan, tak bisa pulang kampung, dan teman dekat meninggal karena COVID-19, kehidupan harus berlanjut, dan Ruang Baca Puan kolektif bersepakat berjuang melaui aktivisme, menanam dan literasi.
MAU JADI RELAWAN PUSTAKA DIGITAL EKOFEMINIS?
Ruang Baca Puan membuka kesempatan untuk menjadi “Relawan Pustaka Digital Ekofeminis”. Pustaka ini akan membantu menyediakan rujukan terpilih (naskah,film, lagu, podcasts, dan lainnya) dan aksesibel bagi siapapun yang ingin belajar ekofeminis, termasuk terlibat dalam...
Merayakan Hari Ibu 2021, Ruang Baca Puan Membuka Beasiswa Sekolah Literasi Ekofeminis
SIARAN PERS Ruang Baca Puan, 19 Desember 2020 Merayakan Hari Ibu 2021, Ruang Baca Puan Membuka Beasiswa Sekolah Literasi Ekofeminis (Samarinda, 19/12/2021). Pada peringatan hari Ibu, 22 Desember, enam tahun lalu, putra Rahmawati, M. Raihan Saputra (9 th) yang duduk...
Penaklukan terhadap Perempuan dan Alam sebagai Prasyarat Pembangunan
Oleh : Sophie Ruwa Hayati Anand Polanagau ‘Pembangunan’ tidak bisa tidak memerlukan kehancuran bagi perempuan, alam dan budaya yang ditaklukkan, itulah sebabnya, di seluruh Dunia Ketiga, perempuan, petani dan suku berjuang untuk...
Penghancuran Perempuan dan Alam Atas Nama Sains dan Pembangunan
Oleh : Salsabila Khairunisa Alam yang dirusak atas nama pembangunan dan akumulasi profit seketika membangkitkan perempuan, yang hidupnya bergantung pada alam sebagai sumber penghidupan (sustenance), untuk menjaga dan merawatnya dari eksploitasi dan destruksi.