by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 7, 2017 | Beasiswa SAP, Kristina Etnogafi |
Meskipun kecil, dua bola mata saja tidak cukup untuk memahami desa ini. Ia membutuhkan indera lainnya. Telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah untuk merasa dan kulit untuk meraba. Tidak terasa sudah 2 bulan aku tinggal di desa ini, terhitung sejak 22... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 7, 2017 | Beasiswa SAP, Kristina Etnogafi |
Pernahkah kamu melihat atau mengikuti suatu upacara adat suku Dayak ntah upacara kematian atau perkawinan? Jika belum saya akan bercerita tentang upacara kematian salah satu sub suku dayak yaitu Dayak Punan. Dayak Punan yang akan saya ceritakan ini hidup di sebuah... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 5, 2017 | Beasiswa SAP, Indra Etnografi |
Saya sempat sekolah di Pasantren Banten Pandeglang di Munfasir, Kami memanggil pemimpinanya Buya. Dalam tingkatan kepesantrenan Buya adalah sebutan yang paling tinggi. Tingkatan tersebut adalah santri, lurah, guru, mualim, ajengan, Pangersa, kyai, dan yang terakhir... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 5, 2017 | Beasiswa SAP, Indra Etnografi |
Desa Cisarua dan Desa Malasari Kecamatan Nanggung adalah dua desa di pegunungan Halimun yang dianggap seksi dibMang Anngkan desa lainnya. Kenapa dianggap seksi karena dua desa ini bagi para penulis dan peneliti adalah dua tempat yang lengkap tempat pembelajarannya.... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 5, 2017 | Beasiswa SAP, Indra Etnografi |
Ketika Kami memutuskan untuk pindah ke Parigi ada perasaan tertantang lagi untuk bekerja. Meskipun kemudian terkaget-kaget karena ternyata saya hamil. Sebuah anugerah yang tak disangka-sangka. Saya seperti mendapat durian runtuh tak terkira, dan mendapatkannya 2...