by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 1, 2017 | Beasiswa SAP, Siaran Pers |
Membaca situasi perempuan hari ini, tidak dapat dipisahkan dari wacana ketimpangan gender dalam kepemilikan serta akses terhadap common proverty terutama tanah. Mainstreaming gender dalam pelaksanaan reforma agraria sejati sangat diperlukan. Selama ini dalam proses... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 1, 2017 | Beasiswa SAP, Siaran Pers |
(Bogor, 11 Agustus 2017) Krisis sosial-ekologis yang terjadi di berbagai tempat baik lokal, nasional, maupun regional semakin bertambah berat. Pemahaman akan ruang disederhanakan menjadi penyedia komoditas dan pendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini menimbulkan dampak... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 1, 2017 | Artikel, Beasiswa SAP |
Oleh: Tina, Medan Masyarakat kawasan Gunung Halimun dahulunya memegang tradisi masyarakat Kasepuhan dengan pola kehidupan unik dan memiliki kearifan mengelola kawasan hutan dan sekelilingnya selama puluhan tahun. Namun kini, pola itu sudah mulai pudar. Sebagian... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 1, 2017 | Artikel, Beasiswa SAP |
Oleh: Ika, Makasar-Sulsel Sejak PT Antam menambang emas pada tahun 1992 dan perluasan di Taman Nasional Halimun-Salak pada 2003, terdapat perubahan yang sangat mencolok pada kondisi sosial dan lingkungan masyarakat di kawasan sekitar pegunungan Halimun.... by op3rato9r@pejuangtanahair | Mar 1, 2017 | Artikel, Beasiswa SAP |
Oleh : Aisa, Tidore Legok Kiara, Pesantren Agro Ecologi Biharul Ulum, 15 Januari 2016 „Laler Mapai Arei Batok Kohot Wadah Huut’ 1 Kalimat bahasa Sunda ini adalah hal pertama yang dapat saya ucapkan, meski terbata, dan belum paham makna yang sebenarnya. Konon, jika...