by op3rato9r@pejuangtanahair | May 9, 2017 | Beasiswa SAP, Rina, Rina Etnografi Rina
Angin di bawah pondok, memaksaku memejamkan mataku karena di buai suara angin. Anak padi melambai, bau karat menyeruak ke daerah penciuman. Tapi hanya sedikit kalimat yang bisa kuungkapkan dengan melihat dan merasakan angin segar di tengah sawah. yang begitu luasnya... by op3rato9r@pejuangtanahair | May 9, 2017 | Beasiswa SAP, Rina, Rina Etnografi Rina
Komunitas Masyarakat Pengelola rawa dan Gambut, itu yang akan menjadi nama komunitas seluruh petani yang mengelola lahan gambut di Air Sugihan. Komunitas ini dibentuk atas dasar kebutuhan untuk menyambut hari pangan 2016 dengan rencana menghadirkan Menteri Pertanian... by op3rato9r@pejuangtanahair | May 9, 2017 | Beasiswa SAP, Rina, Rina Etnografi Rina
Soeharto tak kekurangan akal, jika di masa kolonial ada kuli kontrak, pemerintah orde baru menggelar program transmigrasi. Ratusan ribu orang Jawa, Bali, Nusa Tenggara, diberangkatkan menuju hutan hutan gung liwang liwang di sumatera-kalimantan-sulawesi. Atasnama... by op3rato9r@pejuangtanahair | May 8, 2017 | Beasiswa SAP, Rina
Transmigrasi Pada Zaman Orde Baru Tanah sumatera tidak terlalu subur di sebelah timur, oleh karena itu pengairan menjadi masalah. Sementara kaki pegunungan bukit barisan cenderung liat, sekali hutan dibuka untuk pertanian, tingkat kesuburan dengan cepat menurun jika... by op3rato9r@pejuangtanahair | May 4, 2017 | Beasiswa SAP, Tirza Etnografi
“Dengan adanya sawit, lebih baguslah. Dia (Sawit) sebagai pengontrol air di Lalundu. Kalau dulu banjir bisa sedada orang dewasa. Sekarang tidak lagi.” Pak Um1 Hampir seluruh daerah Rio Pakava dikepung perkebunan kelapa sawit. Sudah sekitar dua dekade pohon-pohon yang...